Selasa, 23 Oktober 2018

BAB 11 PENGAUDITAN SISITEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER

Pengauditan
Proses sistematik atas perolehan dan pengevaluasian bukti mengenai asersi-arsesi tentang tindakan dan kejadian ekonomi dalam rangka menentukan seberapa baik kesesuainnya dengan kriteria yang diharapkan.

Pengauditan Internal
Aktivitas penjaminan dan konsultasi yang didesain untuk menambah nilai dan meningkatkan efektivitas dan efisiensi organisasi, serta mencapai tujuan organisasi.

Ada beberapa jenis dari audit internal:
  1. Audit Keuangan, pemerikasaan keterandalan dan integritas dari transaksi-transaksi keuangan, catatan akuntansi, dan laporan keuan Pengauditan Internal  gan.
  2. Audit Sistem Informasi (Audit Pengendalian Internal), pemeriksaaan atas pengendalian dari sebuah SIA untuk menilai kepatuhannya dengan kebijaksan dan prosedur internal serta efektivitas dalam pengamanan aset.
  3. Audit Operasional, berkaitan dengan penggunaan secara ekonomis dan efisien atas sumber daya dan pencapaian tujuan serta sasaran yang ditetapkan.
  4. Audit Kepatuhan, pemerikasaan kepatuhan organisasi dengan hukum, peraturan, kebijakan dan prosedur yang berlaku.
  5. Audit Invetigasi, sebuah pemeriksaan atas kejadian dari penipuan yang mungkin terjadi, penggunaan aset yang tidak tepat, pemborosan dan penyalahgunaan, serta aktivitas tata kelola yang buruk.
Sifat Pengauditan

TUNJAUAN MENYELURUH PROSES PENGAUDITAN
Audit dapat dibagi menjdai empat tahap:
  1. Perencanaan.
  2. Pengumpulan bukti.
  3. Pengevaluasian bukti.
  4. Pengomunikasian hasil audit.
PERENCANAAN AUDIT
Perencanaan audit menentukan mengapa, bagaimana, kapan, dan oleh siapa audit akan dilaksanakan.

Terdapat tiga jenis risiko audit:
  1. Risiko bawaan, kelemahan terhadap risiko meterial karena tidak tersedianya pengendalian internal.
  2. Risiko pengendalian, risiko saat suatu salah saji materi akan melampaui struktur pengendalian internal ke dalam laporan keuangan.
  3. Risiko deteksi, risiko saat para auditor dan prosedur auditnya akan gagal mendeteksi sebuah kesalahan atau saji yang material.
PENGUMPULAN BUKTI AUDIT
  • Konfirmasi, konfirmasi tertulis dengan pihak ketiga yang independen untuk mengonfirmasi ketepatan informasi, seperti saldo akun pelanggan.
  • Reperformance, melakukan perhitungan lagi untuk memverifikasi informasi kuantitatif.
  • Pemerikasaan bukti pendukung, untuk validitas dari sebuah transaksi dengan memeriksa dokoumen pendukung, seperti pesanan pembelian, laporan penerimaan, dll.
  • Tinjauan analitis, pemeriksaan atas hubungan antara set-set data yang berbeda; hubungan dan trend yang tidak normal atau tidak biasa diselidiki.
PENDEKATAN AUDIT BERBASIS RISIKO
  1. Menentukan ancaman yang akan dihadapi perusahaan.
  2. Mengidentifikasi prosedur pengendalian yang mencegah, mendeteksi, atau memperbaiki ancaman.
  3. Mengevaluasi prosedur pengendalian.
  4. Mengevaluasi kelemahan pengendalian untuk menentukan dampaknya dalam jenis, waktu, atau tingkatan prosedur pengauditan.
Audit Sistem Informasi
Tujuannya adalah untuk memeriksa dan mengevaluasi pengendalian internal yang melindungi sistem. Auditor memastikan enam tujuan yang dicapai, antara lain:
  1. Ketentuan keamanan untuk melindungi peralatan komputer, program, komunikasi, dan data-data dari akses, modifikasi, atau penghancuran yang tidak diotorisasi.
  2. Pengembangan dan akuisisi program dilakukan sesuai dengan ototisasi umum dan spesifikasi manajemen.
  3. Modifikasi program mendapatkan otorisasi dan persetujuan manajemen.
  4. Pemrosesan transaksi, file, laporan, catatan, dan catatan komputer lainnya tepat dan lengkap.
  5. Data sumber yang tidak tepat atau tidak diotorisasi dengan benar diidentifikasi dan ditangani berdasarkan kebijakan manajerial yang telah ditentukan.
  6. file-file data komputer tepat, lengkap, dan rahasia.
Kerangka Kerja untuk Audit Keamanan Komputer secara Menyeluruh
JENIS-JENIS KESALAHAN DAN PENIPUAN
  • Kehilangan, pencurian, atau pengungkapan yang tidak diotorisasi.
  • Modifikasi atau penggunaan yang tidak diotorisasi data rahasia.
  • Gangguan atau aktivitas bisnis yang krusial.
PROSEDUR PENGENDALIAN
  • Prosedur perlindungan virus.
  • Firewall.
  • Pemeliharaan preventif.
  • Desain sistem toleransi-kesalahan.
PROSEDUR AUDIT: TINJAUAN SISTEM
  • Memeriksa dengan saksama situs komputer.
  • Memeriksa kontrak pemeliharaan penjual.
  • Menguji log akses sistem.
  • Menguji kebijakan asuransi kecelakaan dan gangguan bisnis.
PROSEDUR AUDIT: PENGUJIAN PENGENDALIAN
  • Memverifikasi tingkat dan efektivitas dari enkripsi data.
  • Memverifikasi jumlah dan batasan dari perlindungan asuransi.
  • Menguji hasil dari simulasi uji rencana pemulihan bencana.
PENGENDALIAN KOMPENSASI
  • Kebijakan personel yang kuat, termasuk pemisahan dari tugas yang tidak sesuai.
  • Pengendalian pengguna yang efektif.
Kerangka Kerja untuk Audit Pengembangan Program

JENIS-JENIS KESALAHAN DAN PENIPUAN
  • Kelalaian pemrograman atau kode program yang tidak diotorisasi
PROSEDUR PENGENDALIAN
  • Pemeriksaan atas persetujuan lisensi perangkat lunak.
  • Persetujuan manajemen dan pengguna atas spesifikasi pemrograman.
  • Dokumentasi sistem yang lengkap, termasuk persetujuan.
PROSEDUR AUDIT: TINJAUAN SISTEM
  • Pemeriksaan atas standar evaluasi pemrograman.
  • Pemeriksaan atas standar dokumentasi program dan sistem.
  • Pemeriksaan atas kebijakan dan prosedur persetujuan pengujian.
PROSEDUR AUDIT: PENGUJIAN ATAS PENGENDALIAN
  • Memeriksa spesifikasi pengujian, data pengujian, dan hasil pengujian sistem.
  • Memeriksa persetujuan lisensi perangkat lunak.
PENGENDALIAN KOMPENSASI
  • Pengendalian pemrosesan yang kuat.
  • Pemrosesan independen atas data pengujian oleh auditor.
Kerangka Kerja untuk Audit Modifikasi Program

JENIS-JENIS KESALAHAN DAN PENIPUAN
  • Kelalaian pemrograman atau kode program yang tidak diotorisasi.
PROSEDUR PENGENDALIAN
  • Daftar komponen-komponen program yang dimodifikasi.
  • Pengendalian akses logis.
PROSEDUR AUDIT: TINJAUAN SISTEM
  • Memeriksa dokumentasi final atas modifikasi program.
  • Memeriksa standar evaluasi pemrograman.
PROSEDUR AUDIT: PENGUJIAN ATAS PENGENDALIAN
  • Mengamati implementasi perubahan program.
  • Memverifikasi bahwa pemisahan versi pengembangan, uji, dan produksi dipertahankan.
PENGENDALIAN KOMPENSASTIF
  • Pengujian  audit independen atas perubahan program yang tidak diotorisasi atau salah.
  • Pengendalian pemrosesan yang kuat.
Kerangka Kerja untuk Audit atas Pengendalian Pemrosesan Komputer

JENIS-JENIS KESALAHAN DAN PENIPUAN
  • Distribusi atau pengungkapan yang tidak tepat atas output komputer.
  • Ketidaktepatan yang disengaja maupun tidak disengaja dalam pelaporan.
PROSEDUR PENGENDALIAN 
  • Rutinitas pengendalian data.
  • Rekonsiliasi atas total batch.
  • Prosedur perbaikan kesalahan yang efektif.
PROSEDUR AUDIT: TINJAUAN SISTEM
  • Memeriksa dokumentasi pengoperasian untuk kelengkapan dan kejelasan.
  • Mengamati fungsi operasi komputer dan pengendalian data.
PROSEDUR AUDIT: PENGUJIAN ATAS PENGENDALIAN
  • Mengevaluasi kecukupan atas standar dan prosedur pengendalian pemrosesan.
  • mengevaluasi kecukupan dan kelengkapan pengendalian pengeditan data.
PENGENDALIAN KOMPENSASI
  • Pengendalian pengguna yang kuat dan pengendalian atas data sumber yang efektif.
Kerangka Kerja untuk Audit atas Pengendalian Data Sumber

JENIS-JENIS KESALAHAN DAN PENIPUAN
  • Data sumber yang tidak tepat atau tidak diotorisasi.
PROSEDUR PENGENDALIAN
  • Verifikasi digit cek.
  • Verifikasi kunci.
  • Rutinitas pengendalian data.
PROSEDUR AUDIT: TINJAUAN SISTEM
  • Memeriksa dokumentasi mengenai tanggung jawab fungsi pengendalian data.
  • Memeriksa metode otorisasi dan menguji tanda tangan otorisasi.
PROSEDUR AUDIT: UJI PENGENDALIAN 
  • Merekonsiliasi total batch dan menindaklanjuti ketidaksesuaian.
  • Menguji data sumber untuk otorisasi yang benar.
PENGENDALIAN KOMPENSASI
  • Pengendalian pengguna dan pengolahan data yang kuat.
Kerangka Kerja untuk Audit atas Pengendalian File Data

JENIS-JENIS KESALAHAN DAN PENIPUAN 
  • Modifikasi atau pengungkapan data tersimpan yang tidak diotorisasi
PROSEDUR PENGENDALIAN
  • Enkripsi pada data rahasia.
  • Perangkat lunak perlindungan virus.
PROSEDUR AUDIT: TINJAUAN SISTEM
  • Memeriksa kebijakan dan prosedur akses logis.
  • Menguji rencana pemulihan bencana.
PROSEDUR AUDIT: PENGUJIAN ATAS PENGENDALIAN
  • Mengamati dan mengevaluasi operasi perpustakaan file.
  • Mengamati persiapan dan penyimpanan off-site atas file backup.
PENGENDALIAN KOMPENSASI
  • Pengendalian pengguna dan pengolahan data yang kuat.
  • Pengendalian keamanan komputer yang efektif.

Minggu, 21 Oktober 2018

BAB 10 PENGENDALIAN INTEGRITAS PEMROSESAN DAN KETERSEDIAAN

PENGENDALIAN INPUT
Jika data yang dimasukkan ke dalam sebuah sistem tidak akurat, tidak lengkap, atau tidak valid, maka output-nya juga akan demikian.

BENTUK DESAIN
  1. Dokumen sumber sebelum penomoran (prenumbering) secara berurutan.
  2. Dokumen turnaround.
PENGENDALIAN ENTRI DATA

Pengecekan Field
Sebuah pengecekan edit yang menguji apakah karakter pada sebuah field adalah jenis yang tepat (misalnya, data numerik dalam field numerik)

Pengecekan Tanda
Sebuah pengecekan edit yang memverifikasi apakah data pada sebuah field memiliki tanda aritmatika yang sesuai.

Pengecekan Batas
Sebuah pengecekan edit yang menguji sejumlah numerik terhadap nilai tetap.

Pengecekan Jangkauan
Sebuah pengecekan edit yang menguji apakah sebuah item data berada pada batas terendah dan tertinggi yang telah ditentukan sebelumnya

Pengecekan Ukuran
Sebuah pengecekan edit yang memastikan bahwa data input sesuai dengan field yang ditentukan.

Pengecekan/Pengujian Kelengkapan
Sebuah pengecekan edit yang memverifikasi bahwa seluruh data yang diperlukan telah dimasukkan.

Pengecekan Validitas
Sebuah tes edit yang membandingkan kode ID atau nomor rekening dalam data transaksi dengan data serupa di dalam file induk untuk memverifikasi bahwa rekening tersebut ada.

Tes Kewajaran 
Sebuah pengecekan edit dari kebenaran logis hubungan pada item data.

Cek Digit
Nomor ID (seperti nomor pegawai) dapat berisi sebuah cek digit yang dihitung dari digit lain.

Verifikasi Cek Digit 
Menghitung ulang sebuah cek digit untuk memverifikasi bahwa kesalahan entri data belum dibuat.

PENGENDALIAN TAMBAHAN ENTRI DATA PEMROSESAN BATCH

Pengecekan Berurutan
Sebuah pengecekan edit yang menentukan apakah batch atas input data berada di dalam urutan numerik atau alfabetis yang tepat.

Total Batch
Merangkum nilai-nilai numerik bagi sebuah batch atas catatan input.
  1. Total finansial menjumlahkan sebuah field yang berisi nilai-nilai moneter, seperti total jumlah dolar dari seluruh penjualan untuk sebuah batch transaksi penjualan.
  2. Total hash menjumlahkan sebuah field numerik non-finansial, seperti field total kuantitas yang dipesan di dalam sebuah batch transaksi penjualan.
  3. Jumlah catatan adalah banyaknya catatan dalam sebuah batch.
PENGENDALIAN TAMBAHAN ENTRI DATA ONLINE

Prompting
Sebuah pengecekan kelengkapan entri data secara online yang meminta tiap-tiap item yang diperlukan dalam data input dan kemudian menunggu respon yang dapat diterima sebelum meminta item selanjutnya.

Verifikasi Closed-Loop
Sebuah metode validasi input menggunakan data yang dimasukkan ke dalam sistem untuk mengambil dan menampilkan informasi terkait lainnya sehingga pihak entri data tersebut dapat memverifikasi ketepatan dari data input.


PENGENDALIAN PEMROSESAN 
Pengendalian diperlukan untuk memastikan bahwa data diproses dengan benar. Pengendalian pemrosesan yang penting mencakup kegiatan sebagai berikut:
  • Pencocokan data.
  • Label file.
  • Perhitungan ulang total batch.
  • Pengujian saldo cross-footing dan saldo awal.
  • Mekanisme write-protection..
  • Pengendalian pembaruan secara bersamaan.
PENGENDALIAN OUTPUT 
  • Pemerikasaan pengguna terhadap output.
  • Prosedur rekonsiliasi.
  • Rekonsiliasi data eksternal.
  • Pengendalian transmisi data.
Dua pengendalian transmisi data yang umum antara lain:

Cheksum
Sebuah pengendalian transmisi data yang menggunakan sebuah hash dari sebuah file untuk memverifikasi ketepatannya.

Bit Paritas
Sebuah bit ekstra yang ditambahkan ke setiap karakter; digunakan untuk mengecek ketepatan transmisi.

Ketersediaan
Gangguan dalam proses bisnis yang dikarenakan tidak tersedianya sistem atau informasi dapat menyebabkan kerugian keuangan yang signifikan.

MEMINIMALKAN RISIKO PENGHENTIAN SISTEM

Toleransi Kesalahan
Kemampuan dari sebuah sistem untuk terus berfungsi ketika ada kegagalan perangkat keras

Redundant Arrays of Independent Drives (RAID)
Sebuah teknik toleransi kesalahan yang mencatat data dalam berbagai disk drive bukan hanya satu untuk mengurangi risiko kehilangan data.


PROSEDUR BACKUP DATA
Backup Penuh
Salinan persis dari keseluruhan sebuah database.

Dua jenis backup parsial harian:
  1. Backup Inkremental sebuah jenis dari backup parsial yang melibatkan penyalinan hanya item-item data yang telah berubah sejak backup parsial. Backup ini memproduksi sebuah set file backup inkremental, masing-masing mengandung hasil dari transaksi satu hari
  2. Backup Diferensial salah satu jenis backup parsial yang melibatkan penyalinan seluruh perubahan yang dibuat sejak backup penuh terakhir. Jadi, setiap file backup diferensial yang baru memuat efek kumulatif dari seluruh aktivitas sejak backup penuh terakhir.

PERENCANAAN PEMULIHAN BENCANA DAN KELANGSUNGAN BISNIS

Disaster Recovery Plan (DRP)
Sebuah rencana untuk mengembalikan kemampuan TI sebuah organisasi akibat kejadian pusat datanya dihancurkan.

Situs Dingin
Sebuah pilihan pemulihan bencana yang bergantung pada akses terhadap sebuah fasilitas alternatif yang diberi kabel sebelumnya untuk akses telepon dan internet yang diperlukan, tetapi tidak memuat peralatan komputasi apa pun.

Situs Panas
Sebuah pilihan pemulihan bencana yang bergantung pada akses terhadap sebuah pusat data alternatif operasional keseluruhan yang tidak hanya diberi kabel sebelumnya , tetapi juga memuat seluruh perangkat keras dan perangkat lunak yang diperlukan.

Business Continuity Plan (BCP)
Sebuah rencana yang menspesifikasikan cara merangkum tidak hanya operasi TI, tetapi seluruh proses bisnis akibat terjadinya kerusakan besar.


Sabtu, 13 Oktober 2018

BAB 9 Pengendalian Kerahasiaan dan Privasi

Menjaga kerahasian

Empat tindakan dasar yang harus dilakukan untuk menjaga kerahasian atas informasi sensitif:
  1. Mengidentifikasi dan mengklarifikasi Informasi untuk dilindungi.
  2. Mengenkripsi informasi.
  3. Mengendalikan akses atas informasi.
  4. Melatih para pegawai untuk menangani informasi secara tepat.

MENGENDALIKAN AKSES TERHADAP INFORMASI SENSITIF

Informasi Rights Management (IRM) 
Perangkat lunak yang menawarkan kemampuan tidak hanya untuk membatasi akses terhadap file atau dokumen tertentu, tetapi juga memerinci tindakan-tindakan (baca, salin, cetak, unduh, dsb.) individu yang diberi akses terhadap sumber daya tersebut agar dapat melakukannya.

Data Loss Preventif (DLP)
perangkat lunak yang bekerja seperti program antivirus secara tebalik, mengeblok pesan-pesan keluar (baik e-mail, IM) yang mengandung kata-kata atau frasa-frasa kunci yang terkait dengan kekayaan intelektual atau data sensitif lain yang ingin dilindungi organisasi.

Watermark Digital
Kode yang terletak dalam dokumen yang memungkinkan sebuah organisasi untuk mengidentifikasi informasi rahasia yang telah diungkapkan.

Privasi

PERMASALAHAN PRIVASI

Spam 
e-mail yang tidak diinginkan yang mengandung baik periklanan maupun konten serangan.

Pencurian Identitas
Mengasumsikan identitas seseorang, biasanya untuk keuntungan ekonomi.

10 PRAKTIK UNTUK MELINGUNGI PRIVASI INFORMASI PRIBADI PARA PELANGGAN:
  1. Manajemen.
  2. Pemberitahuan.
  3. Pilihan dan persetujuan.
  4. Pengumpulan.
  5. Penggunaan dan retensi.
  6. Akses.
  7. Pengungkapan kepada pihak ketiga.
  8. Keamanan.
  9. Kualitas.
  10. Pengawasan dan penegakan.
Enkripsi

Enkripsi
Proses mentransformasikan teks normal, disebut plaintext, ke dalam reban yang tidak dapat dibaca, disebut chipertext.

Plaintext
Teks normal yang belum dienkripsi.

Chipertext
Plaintext yang diubah menjadi raban yang tidak dapat dibaca menggunakan enkripsi.

Dekripsi
Mengubah chipertext kembali menjadi plaintext.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEKUATAN ENKRIPSI
  • Panjang kunci
  • Alogartime enkripsi
  • Kebijakan untuk mengelola kunci kriptografi
KEBIJAKAN UNTUK MENGELOLA KUNCI KRIPTPGRAFI

Praktik-praktik meliputi:
  1. Tidak menyimpan kunci kriptografi di dalam sebuah browser atau file lain yang dapat diakses oleh pengguna lain dari sistem tersebut.
  2. Menggunakan sebuah frasa sandi yang kuat (dan panjang) untuk melindungi kunci.
JENIS-JENIS SISTEM ENKRIPSI

Sistem Enkripsi Simetris
Sistem enkripsi yang menggunakan kunci yang sama untuk mengenkripsikan dan mendekripsi.

Sistem Enkripsi Asimetris
Sistem enkripsi yang menggunakan dua kunci (satu publik, lainnya privat), keduanya dapat mengenkripsi, tetapi hanya kunci pencocokan lainnya yang dapat mendekripsi.
  • Kunci publik, salah satu kunci yang digunakan dalam sistem enkripsi asimetris. Kunci ini didistribusikan secara luas dan tersedia bagi siapa pun.
  • Kunci privat, kunci ini dirahasiakan dan diketahui hanya oleh pemilik dari sepasang kunci publik dan privat.
HASHING 

Hashing
Mengubah plaintext dengan segala ukuran dan menciptakan sebuah kode singkat.

Hash
plaintext yang telah diubah menjadi kode singkat.

SERTIFIKAT DIGITAL DAN INFRASTRUKTUR KUNCI PUBLIK

Sertifikat Digital
sebuah dokumen elektronik yang mengandung kunci publik milik entitas dan menerangkan identitas pemilik kunci publik tersebut.

Otoritas Sertifikat
Sebuah organisasi yang menerbitkan kunci publik dan privat serta mencatat kunci publik di dalam sertifikat digital.

Infrastruktur Kunci Publik
Sistem untuk menerbitkan sepasang kunci publik dan privat serta sertifikat digital terkait.

VIRTUAL PRIVATE NETWORK (VPN)

Virtual Private Network
menggunakan enkripsi dan autenfikasi untuk mentransfer informasi melalui internet dengan aman sehingga menciptakan sebuah jaringan privat "virtual".

Jumat, 05 Oktober 2018

BAB 8 PENGENDALIAN UNTUK KEAMANAN INFORMASI

Trust Services Framework mengatur pengendalian TI ke dalam lima prinsip yang berkontribusi secara bersamaan terhadap keandalan sistem:
  1. Keamanan 
  2. Kerahasiaan
  3. Privasi
  4. Integritas Pemrosesan
  5. Ketersediaan

Dua Konsep Keamanan Informasi Fundamental
  1. Keamanan merupakan masalah manajemen, bukan hanya masalah teknologi.
  2. Defense-in-depth dan model keamanan informasi berbasis waktu. 
  • Gagasan defense-in-depth adalah penggunaan berbagai lapisan pengendalian untuk menghindari satu poin kegagalan. 
  • Model keamanan berbasis waktu adalah penggunaan kombinasi perlindungan preventif, detektif, korektif yang melindungi aset informasi cukup lama agar memungkinkan organisasi untuk mengenali bahwa sebuah serangan tengah terjadi dan mengambil langkah-langkah untuk menggagalkannya sebelum informasi hilang atau dirusak.

Memahami Serangan yang Ditargetkan
  1. Melakukan pengintaian.
  2. Mengupayakan rekayasa sosial. Menggunakan tipuan untuk mendapatkan akses tanpa izin terhadap sumber daya informasi.
  3. Memindai dan memetakan target.
  4. Penelitian.
  5. Mengeksekusi serangan.
  6. Menutupi jejak.

Pengendalian Preventif
   Pengendalian yang digunakan untuk membatasi akses terhadap sumber daya informasi. Manajemen harus menciptakan sebuah budaya "sadar keamanan" dan para pegawai harus dilatih untuk mengikuti kebijakan-kebijakan keamanan serta mempraktikkan perilaku komputasi yang aman.

Pengendalian Otorisasi
   Proses dari memperketat akses dari pengguna sah terhadap bagian spesifik sistem dan membatasi tindakan-tindakan apa saja yang diperbolehkan untuk dilakukan. Tujuannya untuk menyusun hak serta keistimewaan setiap pegawai dengan cara menetapkan dan mengelola pemisahan tugas yang tepat.

Pengendalian Korektif
Pengendalian korektif meliputi:
  1. Pembentukan sebuah tim perespons insiden komputer.
  2. Pendesaianan individu khusus, biasanya disebut dengan Chief Information Security Officer (CISO) dengan tanggung jawab luas atas keamanan informasi.
  3. Penetapan serta penerapan sistem manajemen path yang didesain dengan baik.

Implikasi Keamanan Virtualisasi dan Cloud

Virtualisasi
Menjalankan berbagai sistem secara bersamaan pada satu komputer fisik.

Komputasi Cloud
Menggunakan sebuah browser untuk mengakses perangkat lunak, penyimpanan data, perangkat keras, dan aplikasi dari jarak jauh.


BAB 7 PENGENDALIAN DAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

Ikhtisar Konsep Pengendalian

Pengendalian Internal
Proses dan prosedur yang dijalankan untuk menyediakan jaminan memadai bahwa tujuan pengendalian dipenuhi.
Pengendalian internal menjalankan tiga fungsi sebagai berikut:
  1. Pengendalian preventif pengendalian yang mencegah masalah sebelum timbul.
  2. Pengendalian detektif, pengendalian yang didesain untuk menemukan masalah pengendalian yang tidak terelakkan.
  3. Pengendalian korektif, pengendalian yang mengidentifikasi dan memperbaiki masalah serta memperbaiki dan memulihkan dari kesalahan yang dihasilkan.

Pengendali internal dibedakan menjadi dua kategori yaitu:
  1. Pengendalian umum, pengendalian yang didesain untuk memastikan sistem informasi organisasi serta pengendalian lingkungan stabil dan dikelola dengan baik.
  2. Pengendalian aplikasi, pengendalian yang mencegah, mendeteksi, dan mengoreksi kesalahan transaksi dan penipuan dalam program aplikasi.


Empat kaitan pengendalian untuk membantu manajemen menyelesaikan konflik di antara kreativitas dan pengendalian menurut Robert Simons:
  1. Sistem kepercayaan, sistem yang menjelaskan cara sebuah perusahaan menciptakan nilai, membantu pegawai memahami visi perusahaan, mengkomunikasikan nilai-nilai dasar perusahaan, dan menginspirasi pegawai untuk bekerja berdasarkan nama nilai-nilai tersebut.
  2. Sistem batas, sistem yang membantu pegawai bertindak secara etis dengan membangun batas pada perilaku kepegawaian.
  3. Sistem pengendalian diagnostik, sistem yang mengukur, mengawasi, dan membandingkan perkembangan perusahaan aktual dengan anggaran dan tujuan kinerja.
  4. Sistem pengendalian interaktif, sistem yang membantu manajer untuk memfokuskan perhatian bawahan pada isu-isu strategis utama dan lebih terlibat di dalam keputusan mereka.

PRAKTIK KORUPSI ASING DAN SARBANES-OXLEY ACTS

Foreign Corrupt Practices Act (FCPA)
Undang-undang yang dikeluarkan untuk mencegah perusahaan menyuap pejabat asing agar mendapatkan bisnis; juga mengharuskan semua perusahaan milik publik untuk memelihara sebuah sistem pengendalian akuntansi internal.

Sarbanes-Oxley Act (SOX)
Undang-undang yang dimaksudkan untuk mencegah kejahatan laporan keuangan, membuat laporan keuangan lebih transparan, memberikan perlindungan pada investor, memperkuat pengendalian internal pada perusahaan publik, dan menghukum eksekutif yang melakukan kejahatan.

Public Company Accounting Oversight Board (PCAOB)
Dewan yang dibuat oleh SOX yang mengatur profesi pengauditan; dibuat sebagai bagian dari SOX

Kerangka Pengendalian
Control Objectives for Information and Related Technology (COBIT)
COBIT menggabungkan standar-standar pengendalian dari banyak sumber berbeda ke dalam sebuah kerangka tunggal yang memungkinkan:
  1. Manajemen untuk membuat tolok ukur praktik-praktik keamanan dan pengendalian lingkungan TI.
  2. Para pengguna layanan TI dijamin dengan adanya keamanan dan pengendalian yang memadai.
  3. Para auditor memperkuat opini pengendalian internal dan mempertimbangkan masalah keamanan TI dan pengendalian yang dilakukan.

KERANGKA PENGENDALIAN INTERNAL COSO

Committee of Sponsoring Organization (COSO)
sebuah kelompok sektor swasta yang terdiri atas Asosiasi Akuntansi Amerika (American Accounting Assosiation), AICPA, Ikatan Auditor Internal, Ikatan Akuntansi Manajemen (Insintitute of Management Accountants), dan Ikatan Eksekutif Keuangan.

KERANGKA  MANAJEMEN RISIKO PERUSAHAAN COSO

sebuah kerangka COSO yang memperbaiki proses manajemen risiko dengan memperluas (menambahkan tiga elemen tambahan) Pengendalian Internal COSO-- Terintegrasi.

Lingkungan Internal

Lingkungan Internal
budaya perusahaan yang merupakan fondasi dari seluruh elemen ERM lainnnya karena ini memengaruhi 
organisasi menetapkan strategi dan tujuannya, membuat struktur aktivitas bisnis, dan mengidentifikasi, menilai, seta merespon risiko.
Sebuah lingkungan internal mencakup hal-hal sebagai berikut:
  1. Filosofi manajemen, gaya penngoperasian, dan selera risiko.
  2. Komitmen terhadap integrasi, nilai-nilai etis, dan kompetensi.
  3. Pengawasan pengendalian internal oleh dewan direksi.
  4. Struktur organisasi.
  5. Metode penetapan wewenang dan tanggung jawab.
  6. Standar-starndar sumber daya manusian yang menarik, mengembangkan, dan mempertahankan individu yang kompeten.
  7. Pengaruh eksternal.
Penetapan Tujuan 

Tujuan Strategis 
tujuan tingkat tinggi yang disejajarkan dan mendukung misi perusahaan serta menciptakan nilai pemegang saham.

Tujuan Operasi
Tujan yang berhubungan dengan efektivitas dan efisiensi operasi perusahaan serta menentukan cara mengalokasikan sumber daya.

Tujuan Pelaporan 
Tujuan yang membantu memastikan ketelitian, kelengkapan, dan keterandalan laporan perusahaan: meningkatkan pembuatan keputusan, dan mengawasi aktivitas serta kinerja perusahaan.

Tujuan Kepatuhan
Tujuan yang membantu perusahaan mematuhi seluruh hukum dan peraturan yang berlaku.

Penilaian Risiko dan Respons Risiko

Risiko Bawaan
Kelemahan dari sebuah penetapan akun atau transaksi pada masalah pengendalian yang signigikan tanpa adanya pengendalian internal.

Risiko Residual
Risiko yang tersisa setalah manajemen mengimplementasikan pengendalian internal atau beberapa respons lainnya terhadap risiko.

PEMISAHAN TUGAS AKUNTANSI
Pemisahan fungsi akuntansi otorisasi, penyimpanan, dan pencatatan guna meminimalkan kemampuan pegawai untuk melakukan penipuan.

Pemisahan tugas akuntansi yang efektif tercapai ketika fungsi-fungsi berikut dipisahkan:
  • Otorisasi--menyetujui transaksi dan keputusan
  • Pencatatan--mempersiapkan dokumen sumber; memasukkan data ke dalam sistem komputer, memelihara jurnal, buku besar, file, atau database, dan menyiapkan rekonsiliasi dan laporan kinerja.
  • Penyimpanan--menangani kas, peralatan, persediaan, persediaan, atau aktiva tetap; menerima cek pelanggan yang datang; menulis cek.
PEMISAHAN TUGAS SISTEM 
Penerapan prosedur-prosedur pengendalian untuk membagi wewenang dan tanggung jawab secara jelas di dalam fungsi sistem informasi. 

Wewenang dan tanggung jawab harus dibagi dengan jelas menurut fungsi-fungsi sebagai berikut:
  1. Administator sistem.
  2. Manajemen jaringan.
  3. Manajemen keamanan.
  4. Manajemen perubahan.
  5. Pengguna.
  6. Analisis sistem.
  7. Pemrograman.
  8. Operasi komputer.
  9. Perpustakaan sistem informasi.
  10. Pengendalian data.
Pengawasan
Metode-metode utama dalam pengawasan kinerja meliputi:
  • Menjalankan evaluasi pengendalian internal.
  • Implementasi pengawasan yang efektif.
  • Menggunakan sistem akuntansi pertanggungjawaban.
  • Mengawasi aktivitas sistem.
  • Melacak perangkat lunak dan perangkat yang bergerak yang dibeli.
  • Menjalankan audit berkala.
  • Memperkerjakan petugas keamanan komputer dan chief compliance officer.
  • Menyewa spesialis forensik.
  • Memasang perangkat lunak deteksi penipuan.
  • Mengimplementasikan hotline penipuan.



Selasa, 02 Oktober 2018

BAB 6 TEKNIK PENIPUAN DAN PENYALAHGUNAAN KOMPUTER

Serangan dan Penyalahgunaan Komputer

Hacking
Akses, modifikasi penggunaan alat elektronik atau beberapa elemen dari sebuah sistem komputer yang tidak sah.

Hijacking
Pengambilan kendali atas komputer orang lain untuk melakukan aktivitas terlarang tanpa sepengetahuan pengguna komputer yang sebenarnya.

Botnet
Sebuah jaringan komputer terbahak yang kuat dan berbahaya yang digunakan untuk menyerang sistem atau menyebabkan malware.

Zombie
Sebuah komputer yang dibajak, biasanya merupakan bagian dari botnet yang dipergunakan untuk melakukan berbagai serangan internet.

Bot Herder
Seseorang yang menciptakan botnet dengan memasangkan perangkat lunak pada PC yang merespon instruksi elektronik milik bot herder.

Serangan Denial-of-Service (DoS)
Sebuah serangan komputer di mana penyerangan mengirimkan sejumlah bom e-mail atau permintaan halaman web, biasanya dari alamat salah yang diperoleh

Spamming
Secara bersamaan mengirimkan pesan yang tak diminta kepada banyak orang pada saat yang sama, biasanya dalam bentuk sebuah upaya untuk menjual sesuatu.

Serangan Kamus
Menggunakan perangkat lunak khusus untuk menebak alamat e-mail perusahaan dan mengirimkan pesan e-mail kosong. Pesan yang tidak kembali biasanya merupakan alamat e-mail yang valid, sehingga dapat ditambahkan pada daftar alamat e-mail pelaku spamming.

Splog
Spam blog yang diciptakan untuk meningkatkan situs Google PakeRank, yang merupakan intensitas sebuah halaman situs yang direferensikan oleh halaman situs lainnya.

Spoofing
Mengubah beberapa bagian dari komunikasi elektronik untuk membuat seolah-olah orang lain yang mengirimkannya agar mendapatkan kepercayaan dari penerima

E-mail Spoofing
Membuat sebuah alamat pengirim dan bagian-bagian lain dari sebuah header e-mail agar tampak seperti e-mail tersebut berasal dari sumber lain.

Caller ID Spoofing
Menampilkan nomor yang salah pada tampilan ID penelepon di handphone si penerima untuk menyembunyikan identitas si penelepon.

IP Address Spoofing
Menciptakan paket Internet Protokol dengan alamat IP palsu untuk menyembunyikan identitas si pengirim atau untuk menirukan sistem komputer lain.

Address Resolution Protocol (ARP) Spoofing
Pengiriman pesan ARP palsu ke sebuah Ethernet LAN. ARP adalah sebuah protokol jaringan ketika hanya alamat IP atau jaringan yang diketahui.

MAC Address
Media Access Control address adalah sebuah alamat perangkat keras yang mengidentifikasi secara khusus setiap mode pada sebuah jaringan.

SMS Spoofing
Menggunakan layanan pesan singkat (SMS) untuk mengubah nama atau nomor dari mana pesan teks berasal.

Web-Page Spoofing
Disebut dengan phishing

DNS Spoofing
Melacak ID dari Domain Name System (DNS, sebuah "buku telepon" Internet yang mengubah sebuah domain atau nama jaringan menjadi sebuah alamat IP)  meminta dan membalas sebelum server DNS yang asli melakukannya.

Serangan Zero-Day
Sebuah serangan di antara waktu kerentanan sebuah perangkat lunak baru ditemukan dan "merilisnya sembarangan" dan saat sebuah pengembang perangkat lunak merilis patch untuk memperbaiki masalah.

Patch
Kode yang dirilis pengembang perangkat lunak yang memperbaiki kerentanan perangkat lunak tertentu.

Cross-Site Scripting (XSS)
Sebuah kerentanan di halaman situs dinamis yang memungkinkan penyerangan menerobos mekanisme keamanan browser dan memerintahkan browser korban untuk mengeksekusi kode, mengira bahwa itu berasal dari situs yang dikehendaki.

Serangan Limpahan Buffer
Ketika jumlah data yang dimasukkan ke dalam sebuah program lebih banyak daripada jumlah dari input buffer. Limpahan input menimpa instruksi komputer berikutnya, menyebabkan sistem rusak. Para hacker memanfaatkannya dengan merangkai input sehingga limpahan memuat kode yang menyatakan ke komputer apa yang dilakukan selanjutnya. Kode ini dapat membuka sebuah pintu belakang di dalam sistem.

Serangan Injeksi (Insersi) SQL
Menyisipkan query SQL berbahaya pada input sehingga query tersebut lolos dan dijalankan oleh sebuah program aplikasi. Hal ini memungkinkan seorang hacker menyakinkan agar aplikasi menjalankan kode SQL yang tidak dikehendaki untuk dijalankan.

Serangan Man-In-The-Middle (MITM)
Seorang hacker menempatkan dirinya di antara seorang klien dan host untuk memotong komunikasi di antara mereka.

Masqueradingi Impersonation
Mendapatkan akses ke sebuah sistem dengan berpura-pura menjadi pengguna yang sah. Pelaku perlu mengetahui ID dan kata sandi pengguna yang sah.

Piggybacking
  1. Menyadap ke dalam sebuah jalur komunikasi dan mengunci secara elektronik pengguna yang sah sehingga tanpa sepengetahuannya membawa pelaku ke dalam sistem.
  2. Penggunaan secara diam-diam atas jaringan WIFI tetangga.
  3. Seorang yang tidak berwenang mengikuti seseorang yang berwenang memasuki pintu yang aman, menembus pengendalian keamanan fisik.
Pemecahan Kata Sandi
Ketika seorang penyusup memasuki pertahanan sebuah sistem, mencuri file yang berisikan kata sandi valid, mendeskripsikannya untuk mendapatkan akses atas program, file, dan data.

War Dialing
Memprogram sebuah komputer untuk menghubungi ribuan sambungan telepon untuk mencari modem lines. Hacker menerobos ke dalam PC yang tersambung dengan modem dan mengakses jaringan yang terhubung.

War Driving
Berkendara mencari jaringan nirp
kabel rumah atau perusahaan yang tidak terlindungi.

War Rocketing
Menggunakan roket untuk melepaskan titik akses nirkabel yang terhubung pada parasut yang mendeteksi jaringan nirkabel tidak aman.

Phreaking
Menyerang sistem telepon untuk mendapatkan akses sambungan telepon gratis, menggunakan sambungan telepon untuk mengirimkan malware, mengakses, mencuri, serta menghancurkan data.

Data Didding
mengubah data sebelum atau selama entri ke dalam sebuah sistem komputer untuk menghapus, mengubah, menambah, atau memperbarui data sistem kunci yang salah.

Kebocoran Data
Menyalin data perusahaan tanpa izin, sering kali tanpa meninggalkan indikasi bahwa ia telah disalin.

Podslurping
Menggunakan sebuah perangkat kecil dengan kapasitas penyimpanan (iPod, flash Drive) untuk mengunduh data tanpa izin dari sebuah komputer.

Teknik Salami
Pencurian sebagian kecil uang dari beberapa rekening yang berbeda.

Penipuan Round-Down
Memerintahkan komputer untuk membuatkan seluruh perhitungan bunga menjadi dua tempat desimal. Pecahan dari sen yang dibulatkan pada setiap perhitungan dimasukkan ke dalam rekening pemrogram.

Spionase Ekonomi
Mencuri informasi, rahasia dagang, dan kekayaan intelektual.

Pemerasan Dunia Maya
Ancaman untuk membahayakan sebuah perusahaan atau seseorang jika sejumlah uang tertentu tidak dibayarkan.

Cyber-Bullying
Menggunakan teknologi komputer untuk mendukung perilaku yang disengaja, berulang, dan bermusuhan yang menyiksa, mengancam, mengusik, menghina, mempermalukan, atau membahayakan orang lain.

Sexting
Tukar-menukar pesan teks dan gambar yang terang-terangan bersifat seksual dengan orang lain, biasanya menggunakan perantara telepon.

Terorisme Internet
Menggunakan internet untuk mengganggu perdagangan elektronik serta membahayakan komputer dan komunikasi.

Misinformasi Internet
Menggunakan internet untuk menyebarkan informasi palsu atau menyesatkan.

Ancaman E-mail
Ancaman dikirimkan kepada korban melalui E-mail. Ancaman biasanya memerlukan beberapa tindakan follow-up, seringnya mengakibatkan kerugian besar bagi korban.

Penipuan Lelang Internet
Menggunakan situs lelang internet untuk menipu orang lain.

Penipuan Pump-and-Dump Internet
Menggunakan internet untuk menaikkan harga saham kemudian menjualnya.

Penipuan Klik
Memanipulasi jumlah waktu iklan yang diklik untuk meningkatkan tagihan periklanan.

Penjejalan Situs
Menawarkan situs gratis selama sebulan, mengembangkan situs tidak berharga, dan membebankan tagihan telepon dari orang-orang yang menerima tawaran untuk waktu berbulan-bulan, terlepas mereka ingin melanjutkan menggunakan situs tersebut atau tidak.

Pembajakan Perangkat Lunak
Menyalin atau mendistribusikan perangkat lunak berhak cipta tanpa izin.

Rekayasa Sosial
Teknik atau trik psikologis yang digunakan agar orang-orang mematuhi keinginan pelaku dalam rangka untuk mendapatkan akses fisik atau logis ke sebuah bangunan, komputer, server, atau jaringan. Biasanya untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan untuk mendapatkan data rahasia.

Pencurian Identitas
Mengambil identitas seseorang, biasanya untuk keuntungan ekonomi dengan mendapatkan dan menggunakan informasi rahasia secara ilegal, seperti nomor Sosial Security, nomor rekening bank atau kartu kredit.

Pretexting
Menggunakan skenario ciptaan (dalih) yang menciptakan legitimasi (pernyataan sah) dalam pikiran target guna meningkatkan kecenderungan bahwa si korban akan membocorkan informasi atau melakukan sesuatu.

Malware
Segala perangkat lunak yang digunakan untuk membahayakan.

Spyware
Perangkat lunak yang secara diam-diam mengawasi dan mengumpulkan informasi pribadi mengenai pengguna dan mengirimkannya kepada orang lain, biasanya tanpa izin pengguna komputer.

Adware
Spyware yang menyebabkan iklan banner pada monitor, mengumpulkan informasi mengenai penjelajahan situs dan kebiasaan pengguna, dan mengirimkannya kepada pencipta adware, biasanya sebuah organisasi periklanan atau media.


BAB 5 PENIPUAN KOMPUTER

Ancaman SIA

Bencana alam dan politik-- seperti kebakaran, banjir, topan, tornado, badai salju, perang, dan serangan teroris--dapat menghancurkan sistem informasi dan menyebabkan kegagalan bagi perusahaan. Contohnya adalah sebagai berikut:
  • Serangan teroris di World Trade Center di New York City dan Federal Building di Oklahoma City menghancurkan dan merusak semua sistem dalam bangunan tersebut.
  • Banjir di Chicago menghancurkan atau membahayakan 400 pusat pengolahan data.
Sabotase
Tindakan yang disengaja di mana tujuannya adalah untuk menghancurkan sistem atau beberapa komponennya

Cookie 
Sebuah file teks yang diciptakan oleh situs dan disimpan pada hand drive pengunjung. Cookie menyimpan informasi tentang siapa pengguna dan apa yang telah dilakukan di situs.

Pendahuluan untuk Penipuan

Penipuan
Beberapa dan semua sarana yang digunakan seseorang untuk memperoleh keuntungan yang tidak adil dari orang lain.

Kriminal Kerah Putih
Umumnya, para pelaku bisnis yang melakukan penipuan. Kejahatan kerah putih biasanya digunakan untuk menipu atau memperdaya, dan kejahatan mereka biasanya melibatkan pelanggaran kepercayaan atau keyakinan.

Korupsi
Pelaku tidak jujur yang sering kali melibatkan tindakan yang tidak terlegitimasi, tidak bermoral, atau tidak kompatibel dengan standar etis. Contohnya termasuk penyuapan dan persekongkolan tender.

Penipuan Investasi
Mispresentasi atau meninggalkan fakta-fakta untuk mempromosikan investasi yang menjanjikan Lana fantastik dengan hanya sedikit atau tidak ada risiko. Contohnya termasuk skema Ponzi dan penipuan sekuritas.

Penyalahgunaan Aset
Pencurian aset perusahaan oleh karyawan.

Kecurangan Pelaporan Keuangan
Perilaku yang disengaja atau ceroboh, apakah dengan tindakan atau kelalaian, yang menghasilkan laporan keuangan menyesatkan secara material.

SEGITIGA PENIPUAN


Tekanan
Dorongan atau motivasi seseorang untuk melakukan penipuan.

Kesempatan
Kondisi atau situasi yang memungkinkan seseorang atau organisasi untuk melakukan dan menyembunyikan tindakan yang tidak jujur dan mengubahnya menjadi keuntungan pribadi. Kesempatan mencakup :
  1. Melakukan penipuan.
  2. Menyembunyikan penipuan.
  3. Mengonversikan pencurian atau mispresentasi untuk keuntungan personal.
Rasionalisasi
Alasan yang digunakan para pelaku penipuan untuk membenarkan perilaku ilegal mereka.

Penipuan Komputer
Sistem komputer secara khusus rentan terhadap alasan-alasan sebagai berikut:
  • Penipuan komputer dapat lebih sulit dideteksi dibandingkan jenis penipuan lain.
  • Beberapa organisasi memberikan akses kepada karyawan, pelanggan, dan pemasok ke sistem mereka.
  • Komputer pribadi sangat rentan.
  • Sistem komputer menghadapi sejumlah tantangan unik: keandalan, kegagalan peralatan, ketergantungan pada daya dll

KLARIFIKASI PENIPUAN KOMPUTER

Input Penipuan
Cara yang paling sederhana dan paling umum untuk melakukan penipuan komputer adalah dengan mengganti atau memalsukan input komputer.

Penipuan Prosesor
Penipuan prosesor merupakan penggunaan sistem yang tidak sah, termasuk pencurian waktu dan layanan komputer.

Penipuan Instruksi Komputer
Penipuan instruksi komputer termasuk merusak perangkat lunak perusahaan, menyalin perangkat lunak secara ilegal, menggunakan perangkat lunak dengan cara yang tidak sah, dan mengembangkan perangkat lunak untuk aktivitas yang tidak sah.

Penipuan Data
Secara ilegal dengan menggunakan, menyalin, mencari, atau membahayakan data perusahaan merupakan penipuan data.

Output Penipuan
Pelaku penipuan menggunakan komputer untuk memalsukan output yang terlihat otentik, seperti cek pembayaran. Pelaku penipuan dapat memindai cek pembayaran, menggunakan desktop untuk mempublikasikan perangkat lunak untuk menghapus pembayar dan jumlahnya, serta mencetak cek pembayaran fiktif.

Mencegah dan Mendeteksi Penipuan dan Penyalahgunaan
Organisasi harus membuat iklim yang membuat penipuan agar tidak terjadi, meningkatkan perbedaan dalam melakukannya, meningkatkan metode pendeteksian, dan mengurangi jumlah kerugian jika penipuan terjadi.

Sabtu, 29 September 2018

BAB 4 Database Relasional

FILE VERSUS DATABASE

Database
Seperangkat koordinasi beberapa file data terpusat yang saling berhubungan yang disimpan dengan sedikit mungkin kelebihan data.

Sistem Manajemen Database
Program yang mengelola dan mengendalikan data serta menghubungkan data yang disimpan dalam database.

Sistem Database
Database, DBMS, dan program-program aplikasi yang mengakses database melalui DBMS.

Administrator Database
Seseorang yang bertanggung jawab untuk mengorganisasikan, mengendalikan, dan mengelola database.

MENGGUNAKAN GUDANG DATA UNTUK BUSINESS INTELLIGENCE

Gudang Data
Database yang sangat besar berisi data mendetail dan diringkas selama beberapa tahun yang digunakan untuk analisis, bukan pemrosesan transaksi.

Business intelligence
Manganalisis data dalam jumlah yang besar untuk pembuatan keputusan strategis.

Pemrosesan Analitikal Online (OLAP)
menggunakan beberapa query untuk menyelidiki hipotesis hubungan di antara data.

Penggalian Data
Menggunakan analisis statistik yang canggih untuk "menemukan" hubungan yang tidak dihipnotiskan dalam data.


KEUNGGULAN SISTEM DATABASE
  • Integrasi data. Contohnya adalah database yang menggabungkan file induk penggajian, personel, dan keterampilan kerja.
  • Pembagian data. Database dapat dengan mudah dicari untuk meneliti permasalahan atau memperoleh informasi mendetail yang mendasari laporan.
  • Meminimalkan kelebihan dan inkonsistensi data. 
  • Independensi data. Independensi data memudahkan dalam pemrograman dan penyederhanaan manajemen data.
  • Analisis lintas fungsional. Hubungan antara biaya penjualan dan kampanye promosi, dapat secara eksplisit didefinisikan dan digunakan dalam mempersiapkan laporan manajemen.

PENTINGNYA DATA YANG BAIK

Data yang tidak benar pada database dapat mengarahkan kepada keputusan yang buruk, kebingungan, dan pengguna yang marah. Contohnya:
  • Sebuah perusahaan mengirimkan separuh katalog surat pesanannya ke alamat yang salah.
  • Valparaiso, Indiana, menggunakan database country untuk mengembangkan tarif pajaknya.

Sistem Database

TAMPILAN LOGIS DAN FISIK ATAS DATA

Layout catatan
Dokumen yang menunjukkan item-item yang disimpan dalam file, termasuk urutan dan panjang field data serta tipe data yang disimpan.

Tampilan Logis
Bagaimana seseorang secara konseptual mengelola, menampilkan, dan memahami hubungan antar item data.

Tampilan Fisik
Cara data secara fisik diatur dan disimpan dalam sistem komputer

SKEMA
Skema
Deskripsi elemen-elemen data dalam database, hubungan di antara mereka, dan model logika yang digunakan untuk mengolah dan menjelaskan data.

Skema Level Konseptual
Tampilan organisasi yang luas atas keseluruhan database yang mendaftar semua elemen data dan hubungan di antara mereka.

Skema Level Eksternal
Tampilan pengguna individu terhadap bagian-bagian dalam database, masing-masing mengacu pada sebuah subskema.

Subskema
Subset skema, cara pengguna mendefinisikan data dan hubungan data.

Skema Level Internal
Tampilan level rendah atas keseluruhan database yang menjelaskan bagaimana data sebenarnya disimpan dan diakses.

KAMUS DATA

Kamus Data
Berisi informasi mengenai struktur database, termasuk deskripsi setiap elemen data.

BAHASA DBMS

Bahasa Definisi Data (DDL)
Bahasa DBMS yang membangun kamus data, membuat database, menjelaskan tampilan logis, dan memerinci catatan atau field hambatan keamanan.

Bahasa Manipulasi Data (DML)
Bahasa DBMS yang mengubah isi database, termasuk membuat, memperbarui, menyisipkan, dan menghapus elemen data.

Bahasa Query Data (DQL)
Bahasa DBMS level tinggi, seperti bahasa Inggris yang berisi perintah kuat dan mudah digunakan untuk mengambil, menyortir, memesan, dan menampilkan data.

Penulis Laporan
Bahasa DBMS yang memerinci perbuatan laporan.

Database Relasional
Model Data
Representasi abstrak konten-konten database.

Model Data Relasional
Tabel dua dimensi representasi data setiap baris mempresentasikan entitas khusus (catatan) dan setiap kolom adalah field tempat catatan atribut disimpan.

Tuple
Baris dalam tabel yang berisi data mengenai komponen khusus dalam tabel database.

TIPE-TIPE ATRIBUT

Kunci Utama
Atribut database, atau kombinasi atribut, yang secara khusus mengidentifikasi setiap baris dalam tabel.

Kunci Asing
Atribut dalam tabel lain, digunakan untuk menghubungkan dua tabel.

MEMBUAT DESAIN DATABASE RELASIONAL UNTUK S&S, INC.
  1. Menyimpan semua data dalam satu tabel yang seragam. Masalah pertama disebut anomali pembaruan yaitu mengelola database secara tidak benar di mana item kunci non-utama disimpan beberapa kali; memperbarui komponen dalam satu lokasi sedangkan lokasi lain tidak diperbarui akan menyebabkan inkonsistensi data. Anomali sisipan yaitu mengelola database secara tidak benar yang menyebabkan ketidakmampuan untuk menambahkan catatan pada database. Anomali penghapusan yaitu mengelola database secara tidak benar yang menyebabkan hilangnya seluruh data pada suatu entitas ketika sebuah baris dihapus.
  2. Memvariasikan jumlah kolom. 
  3. Solusi: seperangkat tabel. Jika terjadi permasalahan penyimpanan dapat diselesaikan dengan menggunakan database relasional.

PERSYARATAN DASAR DATABASE RELASIONAL
  1. Setiap kolom dalam baris harus dinilai tunggal.
  2. Kunci utama tidak bisa nol.
  3. Kunci asing, jika bukan nol, harus memiliki nilai yang sesuai dengan nilai kunci utama pada tabel lainnya.
  4. Semua atribut nonkunci dalam tabel harus menjelaskan karakteristik objek yang diidentifikasi berdasarkan kunci utama.

DUA PENDEKATAN DESAIN DATABASE
  1. Normalisasi, mengikuti aturan-aturan pembuatan database untuk mendesain database relasional yang bebas dari anomali penghapusan, sisipan, dan pembaruan 
  2. Pemodelan Data Semantik. Menggunakan pengetahuan atas proses bisnis dan kebutuhan informasi untuk membuat sebuah diagram yang menunjukkan apa saja yang akan dimasukkan ke dalam normalisasi database penuh.



BAB 3 Sistem Teknik Dokumentasi

Dokumentasi 
menjelaskan cara kerja sistem bekerja, termasuk siapa, apa, kapan, di mana, mengapa, dan bagaimana entri data pengolahan data, penyimpanan data, output informasi, dan sistem pengendalian.


Macam-macam Dokumentasi

  • Narasi
  • Bagan alir
  • Diagram
  • Bahan tertulis lainnya yang menjelaskan cara sistem bekerja

Macam-macam Alat Dokumentasi 

  1. Diagram Arus Data (DAD/DFD), deskripsi grafis sumber data, arus data, proses transformasi, penyimpanan data, dan tujuan data.
  2. Diagram Proses Bisnis, merupakan deskripsi grafis dari proses bisnis yang digunakan oleh perusahaan.
  3. Bagan Alir, merupakan deskripsi grafis sistem. Ada beberapa jenis Bagan alir, meliputi: 
  • Bagan alir dokumen, menunjukkan arus dokumen dan informasi antar departemen atau area pertanggungjawaban.
  • Bagan alir sistem, menunjukkan urutan operasi logis komputer yang menjalankan program.


Diagram Arus Data
DAD menjelaskan arus data dalam organisasi secara grafi, meliputi sumber atau tujuan data, arus data, proses transformasi dan penyimpanan data.

Sumber data
Entitas yang menghasilkan atau mengirimkan data yang dimasukkan ke dalam sistem.

Tujuan Data
Entitas yang menerima data yang dihasilkan oleh sistem

Arus Data
Pergerakan data di antara proses, penyimpanan, sumber, dan tujuan.

Proses
Tindakan yang mentrasformasikan data ke dalam data atau informasi lain.

Penyimpanan Data
Tempat atau media penyimpanan data sistem.


Subpembagian DAD
   DAD dibagi ke dalam level-level lebih rendah untuk memberikan jumlah detail yang semakin meningkat, karena beberapa sistem dapat secara penuh dibuat menjadi diagram pada satu lembar kertas. Level DAD tertinggi disebut sebagai diagram konteks karena memberikan ringkasan tinjauan sistem kepada pembaca.

Pedoman untuk Menggambar DAD

  1. Memahami sistem.
  2. Mengabaikan aspek tertentu dari sistem.
  3. Menentukan batasan sistem.
  4. Mengembangkan diagram konteks.
  5. Mengidentifikasi arus data.
  6. Mengelompokkan arus data.
  7. Mengidentifikasi proses transformasi.
  8. Mengelompokkan produk transformasi.
  9. Mengidentifikasi semua file atau penyimpanan data.
  10. Mengidentifikasi semua sumber dan tujuan data.
  11. Memberi nama semua elemen DAD.
  12. Membagi (subbagian) DAD.
  13. Berikan nomor yang berurutan pada setiap proses.
  14. Menyempurnakan DAD.
  15. Mempersiapkan salinan akhir.


Bagan Alir
Bagan alir adalah teknik analisis bergambar yang digunakan untuk menjelaskan beberapa aspek dari sistem informasi secara jelas, ringkas, dan logis. Simbol bagan alir dibagi ke dalam empat kategori, meliputi:
  1. Simbol input/output menunjukkan input ke atau output dari sistem.
  2. Simbol pemrosesan menunjukkan pengolahan data, baik secara elektronik atau dengan tangan.
  3. Simbol penyimpanan menunjukkan tempat data disimpan.
  4. Simbol arus dan lain-lain menunjukkan arus data, di mana bagan alir dimulai dan berakhir, keputusan dibuat, dan cara menambah catatan penjelas untuk Bagan alir.



JENIS-JENIS BAGAN ALIR

Bagan Alir Dokumen
Mengilustrasikan arus data dan dokumen di antara area-area pertanggungjawaban dalam organisasi.

Bagan Alir Pengendalian Internal
Bagan yang digunakan untuk menjelaskan, menganalisis, dan mengevaluasi pengendalian internal, termasuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan dan ketidakefisienan sistem.

Bagan Alir Sistem
Menggambarkan hubungan antar-input, pemrosesan, penyimpanan, dan output sistem.

Bagan Alir Program
Mengilustrasikan urutan operasi logis yang dilakukan oleh komputer dalam melakukan program.


Diagram Proses Bisnis

Diagram Proses Bisnis
Cara visual untuk menjelaskan langkah-langkah atau aktivitas yang berbeda dalam proses bisnis.

Rabu, 19 September 2018

BAB 2. Tinjauan Pemrosesan Transaksi dan Sistem Enterprise Resource Planning

Input Data
   Langkah pertama dalam pemrosesan input adalah mengambil data transaksi dan memasukkannya ke dalam sistem. Proses pengambilan data biasanya dipicu oleh aktivitas bisnis yang terdiri dari :
  1. Setiap aktivitas yang menarik.
  2. Sumber daya yang dipengaruhi oleh setiap aktivitas.
  3. Orang yang berpartisipasi dalam setiap aktivitas.
Secara historis bisnis menggunakan:
  • Dokumen sumber yaitu kertas untuk mengumpulkan data mengenai aktivitas bisnis.
  • Dokumen turnaround yaitu output perusahaan untuk pihak eksternal, yang sering kali menambahkan data ke dokumen, dan kemudian mengembalikan ke perusahaan sebagai dokumen input.


Penyimpanan Data
Data perusahaan adalah salah satu sumber daya yang paling penting.
  • Buku besar umum adalah buku besar yang berisi ringkasan level data untuk setiap akun aktiva, kewajiban, ekuitas, pendapatan, dan beban organisasi.
  • Buku besar pembantu adalah buku besar yang digunakan untuk mencatat data secara detail untuk akun buku besar umum dengan banyak sub-akun terpisah, seperti piutang, persediaan, dan utang usaha.
  • Akun kontrol adalah sebuah titel yang diberikan pada akun buku besar umum yang meringkas total jumlah yang tercatat dalam buku besar pembantu.


Teknik Pengodean
Pengodean adalah penetapan sistematis dari angka atau huruf pada item untuk mengklarifikasi dan mengatur item-item tersebut.
  • Kode urutan (sequence code) yaitu item yang diberi nomor secara berurutan untuk akun semua item. Setiap item yang hilang menyebabkan perbedaan dalam urutan numerik.
Contohnya cek yang dinomori sebelumnya, faktur dan pasanan pembelian
  • Kode blok (block code) yaitu blok angka dicadangkan untuk kategori data tertentu.
Contohnya, S&S menyimpan angka berikut untuk kategori produk utama.

Kode produk                             jenis produk
1000000-1999999                     kompor elektrik
2000000-2999999                     Kulkas
3000000-3999999                     Mesin cuci

  • Kode grup (group code) yaitu dua atau lebih subgrup dari digit yang digunakan untuk kode item, sering kali digunakan dalam kaitannya dengan kode blok.
      Posisi Digit       Arti
      1-2                       Lini produk, ukuran, dan corak
      3                          Warna
      4-5                       Tahun pembuatan
      6-7                       Fitur opsional

  • Kode mnemonik yaitu huruf dan angka yang diselingi untuk mengidentifikasi item.
Contohnya: Dry300W05 dapat mempresentasikan low end (300), putih (W), pengering (Dry) yang dibuat oleh Sears (05)

Bagan Akun 
   Daftar semua angka yang ditetapkan untuk neraca dan laporan laba rugi. Angka akun memungkinkan transaksi data untuk dikodekan, diklarifikasikan, dan dimasukkan ke dalam akun yang sesuai.

Jurnal
Data transaksi sering kali dicatat dalam jurnal sebelum dientri ke dalam buku besar.
  • Jurnal umum yaitu jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi yang tidak sering atau rutin, seperti pembayaran pinjaman dan penyesuaian akhir periode, dan jurnal penutup.
  • Jurnal khusus yaitu jurnal yang digunakan untuk mencatat sejumlah besar transaksi berulang seperti penjualan kredit, penerimaan kas, pembelian, dan pengeluaran kas.

Jejak Audit
   Jalur transaksi yang dapat ditelusuri melalui sistem pengolahan data dari titik asal ke output final, atau mundur dari output final ke titik asal. Jejak Audit digunakan untuk mengecek keakuratan dan validitas posting buku besar dan untuk menelusur perubahan dalam akun buku besar umum dari saldo awal ke saldo akhir.

Konsep Penyimpanan Berbasis Komputer
  • Entitas adalah sesuatu mengenai yang disimpan informasinya, seperti karyawan, barang persediaan, dan pelanggan.
  • Atribut adalah sifat nomor identifikasi dan karakteristik khusus dari suatu entitas yang disimpan dalam database, seperti nomor karyawan, tingkat pembayaran, nama, dan alamat.
  • Field adalah porsi data catatan di mana nilai data untuk atribut tertentu disimpan, seperti dalam spreadsheet setiap baris mempresentasikan pelanggan dan setiap kolom adalah atribut untuk pelanggan. Setiap sel dalam spreadsheet adalah field.
  • Catatan adalah seperangkat field yang nilai datanya menjelaskan atribut tertentu dari suatu entitas, seperti semua data penggajian yang terkait karyawan tunggal. Contohnya adalah baris dalam spreadsheet.
  • Nilai data yaitu nilai aktual yang disimpan dalam field. Ini mendeskripsikan atribut untuk setiap entitas, seperti field nama pelanggan akan berisi "perusahaan XYZ" jika perusahaan tersebut adalah pelanggan.
  • File adalah seperangkat record yang secara logika berhubungan, seperti record penggajian semua karyawan.
  • File induk adalah file permanen record yang menyimpan data kumulatif mengenai organisasi. Saat transaksi terjadi, record dalam file induk akan diperbarui.
  • File transaksi adalah file yang berisi transaksi bisnis yang terjadi selama periode fiskal tertentu. File transaksi secara konseptual sama dengan dalam SIA manual.
  • Database adalah seperangkat file data yang saling terkait dan dikendalikan secara terpusat, yang disimpan dengan sedikit redundansi data. Database mengonsolidasikan record yang disimpan sebelumnya dalam file terpisah ke dalam pool umum dan melayani berbagai pengguna dan aplikasi pengolahan data.

Pengolahan Data
Ada empat jenis aktivitas pengolahan data, yaitu:

  1. Membuat (creating) record data baru, seperti menambahkan data karyawan yang baru dipekerjakan ke database penggajian.
  2. Membaca (reading) mengambil, atau melihat data yang sudah ada.
  3. Memperbarui (updating) data yang tersimpan sebelumnya
  4. Menghapus (deleting) data, seperti membersihkan file induk vendor untuk semua vendor dalam perusahaan yang tidak lagi melakukan bisnis dengan perusahaan.

Pembaruan Data
  • Pemrosesan batch adalah mengakumulasikan catatan transaksi ke dalam grup atau batch untuk memproses pada interval reguler seperti harian atau mingguan.
  • Pemrosesan online atau real-time adalah sistem komputer yang mengolah data sesegera mungkin setelah mendapatkan dan menyediakan informasi yang diperbarui untuk pengguna secara tepat waktu.
Output Informasi
Langkah akhir dalam siklus pengolahan data adalah informasi.
Informasi disajikan dalam tiga bentuk, yaitu:
  1. Dokumen adalah catatan transaksi atau data perusahaan lain. Contohnya meliputi cek, faktur, laporan penerimaan, dan daftar permintaan pembelian.
  2. Laporan adalah output sistem, disusun dengan urutan yang bermakna, yang digunakan oleh karyawan operasional, manajer untuk membuat keputusan dan mendesain strategi, dan investor dan kreditor untuk memahami aktivitas bisnis perusahaan.
  3. Database query (pertanyaan) adalah suatu permintaan database untuk menyediakan informasi yang dibutuhkan guna menyelesaikan permasalahan atau menjawab pertanyaan. Informasinya akan diambil, ditampilkan, atau dicetak, dan/atau dianalisis sebagaimana yang diminta.

Sistem Enterprise Resource Planning (ERP)

   Suatu sistem yang mengintegrasikan semua aspek aktivitas organisasi -- seperti akuntansi, keuangan, pemasaran, sumber daya manusia, manufaktur, manajemen persediaan-- ke dalam satu sistem. Sistem ERP termodulasi; perusahaan dapat membeli setiap modul yang memenuhi kebutuhan khusus mereka. ERP memfasilitasi arus informasi antara berbagai fungsi bisnis perusahaan dan mengelola komunikasi dengan para pemangku kepentingan di luar.

Modul ERP mencakup sebagai berikut:

  • Keuangan (sistem buku besar dan pelaporan) -- buku besar, piutang, utang, aktiva tetap, penganggaran, manajemen kas, dan persiapan laporan keuangan.
  • Sumber daya manusia dan penggajian--sumber daya manusia, penggajian, imbalan kerja karyawan, pelatihan, waktu dan kehadiran, manfaat, dan laporan pemerintah.
  • Memesan ke kas (siklus pendapatan)--entri pesanan penjualan, pengiriman, persediaan, penerimaan kas, perhitungan komisi.
  • Membeli untuk membayar (siklus pengeluaran)--pembelian, penerimaan dan inspeksi persediaan, persediaan dan manajemen gudang, dan pengeluaran kas.
  • Manufaktur (siklus produksi)--perekayasaan, penjadwalan produksi, daftar bahan baku, barang dalam proses, manajemen alur kerja, pengendalian kualitas, manajemen biaya, dan proses manufaktur dan proyek.
  • Manajemen proyek--penetapan biaya, penagihan, waktu dan biaya, unit kinerja, manajemen aktivitas.
  • Manajemen hubungan pelanggan--penjualan dan pemasaran, komisi, pelayanan,kl kontak pelanggan, dan dukungan pusat panggilan.
  • Alat sistem--alat untuk membuat data file induk, membuat perincian arus informasi, pengendalian akses, dan sebagainya.

Keuntungan Sistem ERP
  • ERP memberikan tampilan tunggal atas data organisasi dan situasi keuangan yang terintegrasi di seluruh perusahaan.
  • Input data diambil atau dikunci sekali, dan tidak berkali-kali, saat dimasukkan ke dalam sistem yang berbeda.
  • Manajemen mendapatkan visibilitas yang lebih besar ke dalam setiap area perusahaan dan kemampuan dalam memonitor yang lebih besar.
  • Organisasi memperoleh pengendalian akses yang lebih baik.
  • Prosedur dan laporan yang telah distandarisasi antarunit bisnis.

Kerugian Sistem ERP
  • biaya mahal
  • Waktu terlalu lama
  • Perubahan proses bisnis yang menyebabkan kegagalan dalam memetakan proses bisnis.
  • Kompleksitas
  • Resistansi


Minggu, 16 September 2018

BAB 1. Sistem Informasi Akuntansi: Sebuah Tinjauan Menyeluruh

Siklus Transaksi
  1. Siklus pendanaan. Contohnya: utang bank,obligasi, saham.
  2. Siklus investasi aset tetap. Aset perusahaan yang digunakan lebih dari satu periode pencatatan yang bersifat fisik.
  3. Siklus operasional:
  • Siklus sumber daya manusia atau penggajian.
  • Siklus pengeluaran.
  • Siklus produksi.
  • Siklus pendapatan.

Sistem
   Serangkaian dua atau lebih komponen yang saling terkait dan berinteraksi untuk mencapai tujuan. Sistem selalu terdiri dari beberapa sub sistem yang lebih kecil yang mendukung sistem yang lebih besar.
   Misalnya, sekolah tinggi bisnis sistem yang terdiri dari berbagai departemen, masing-masing merupakan subsistem. Selanjutnya, sekolah tinggi sendiri adalah subsistem dari universitas.

Data
fakta yang dikumpulkan, disimpan, dan diproses oleh sistem informasi.

Informasi
Data yang telah dikelola dan diproses untuk memberikan arti dan memperbaiki proses pengambilan keputusan.

Nilai informasi
Keuntungan yang dihasilkan oleh informasi dikurangi dengan biaya untuk memproduksinya.

Sistem informasi akuntansi
   Suatu sistem yang mengumpulkan, mencatat, menyimpan, dan mengolah data untuk menghasilkan informasi bagi pengambil keputusan. Sistem ini meliputi orang, prosedur dan instruksi, data, perangkat lunak, infrastruktur teknologi informasi, serta pengendalian internal dan ukuran keamanan.

Inti SIA
  • Pemisahan fungsi
  • Job description
  • Dokumen transaksi
  • Laporan
  • Teknologi informasi
  • Pengendalian

Fungsi Penting SIA 
  1. Menjamin efektifitas dan efisiensi proses bisnis (termasuk proses akuntansi) proses bisnis menjadi mudah, cepat, dan aman.
  2. Mengumpulkan, mengolah, dan menyimpan data proses bisnis.
  3. Menyajikan informasi untuk pengambilan keputusan bisnis.
  4. Mengamankan data dan aset organisasi.

Unsur-unsur Utama SIA
  •  Formulir (dokumen transaksi)
  •  Jurnal
  •  Buku besar
  •  Buku pembantu
  •  Laporan (laporan keuangan/laporan manajerial)
Unsur-unsur tersebut bisa dirancang manaual atau elektronik.

Enam komponen dari SIA
  1. Orang yang menggunakan sistem.
  2. Prosedur dan instruksi yang digunakan untuk mengumpulkan, memproses, dan menyimpan data.
  3. Data mengenai organisasi dan aktivitas bisnisnya.
  4. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengolah data.
  5. Infrastruktur teknologi informasi, meliputi komputer, perangkat periferal, dan perangkat jaringan komunikasi yang digunakan dalam SIA.
  6. Pengendalian internal dan pengukuran keamanan yang menyimpan data SIA.

Pengelompokan Organisasi
   SIA dirancang untuk mengendalikan dan mengolah data  aktivitas utama organisasi, yang selanjutnya masing-masing disebut dengan siklus transaksi. Aktivitas organisasi/siklus transaksi dapat dikelompokkan sebagai berikut:
  • Siklus Pendanaan
  • Siklus Investasi
  • Siklus Pengeluaran
  • Siklus Produksi/siklus konversi
  • Siklus SDM/Penggajian
  • Siklus Pendapatan

Masalah-masalah Organisasi
  • Pemborosan (Inefisiensi)
  • Kesalahan (error)
  • Curang (fraud)

Karakteristik Kualitas Informasi
  • Relevan, informasi mampu mengurangi ketidakpastian.
  • Terpercaya, informasi bebas dari kesalahan serta objektif.
  • Lengkap, tidak ada aspek penting yang dihilangkan.
  • Tepat waktu
  • Mudah dipahami, informasi disajikan dalam format yang mudah dipahami.
  • Dapat diverifikasi, jika informasi disimpulkan oleh dua orang ahli, akan dihasilkan kesimpulan yang sama

Sifat Informasi
  • Mandatory information (informasi yang harus disajikan).
  • Essential information (informasi yang penting untuk disajikan dan kemungkinan tidak bersifat mandatory). 
  • Discretionary information (informasi yang isi serta jenisnya telah ditentukan oleh manajemen).

Peran Teknologi Informasi dalam SIA
  • Memaksimumkan aktifitas customer-value-added
  • Meminimumkan biaya dan memaksimumkan aktifitas business-value-added.
  • Menghapus aktifitas non-value-added.

Peran SIA dalam Kompetisi Bisnis 
  • SIA tidak hanya sekadar menghitung ulang peristiwa yang sudah terjadi. 
  • SIA berubah peran dari mengumpulkan dan mengolah “hanya” data akutansi menjadi mengumpulkan dan mengolah seluruh informasi yang dibutuhkan oleh organisasi.

Rekayasa Proses Bisnis
Tujuan SIA adalah untuk rekayasa proses bisnis. Prinsip-prinsip rekayasa proses bisnis adalah sbb:
  • Mekanisme kerja berbasis hasil, dan bukannya berbasis fungsi/tugas (organize around outcomes, not tasks).
  • Pengguna output memproses sendiri output yang dibutuhkannya (have output users perform the process).
  • Informasi diproses langsung oleh penghasil informasi (have those who produce information process it).

Hambatan Rekayasa Proses Bisnis
  • Tradisi (tradition).
  • Resistensi (resistance)
  • Membutuhkan waktu panjang (time requirements)
  • Membutuhkan biaya relatif besar.
  • Tidak didukung manajemen (lack of management support).
  • Rekayasa mengandung risiko
  • Pandangan skeptis (skepticism).
  • Pelatihan ulang tenaga kerja.

Penyebab Resistensi
  • Aggression atau prilaku negatif yang cenderung merusak atau memperlemah efektifitas sistem.
  • Projection atau sikap mengkambinghitamkan keadaan, kecenderungan menyalahkan sistem yang baru jika terjadi keadaan yang tidak menyenangkan.
  • Avoidance atau sikap menghindar dari hal-hal yang baru karena ketidaksiapan menerima perubahan. 








BAB 22 DESAIN, IMPELEMENTASI, DAN OPERASI SISTEM

Desain Sistem Konseptual Spesifikasi desain konseptual adalah spesifikasi yang dibutuhkan untuk output sistem, penyimpangan data, input, p...